AKSI NYATA UNTUK KEDAULATAN PANGAN

Program Aksi Terpadu: Dari Lahan Menuju Kemandirian Bangsa

Program Aksi Yayasan Bhakti Bela Negara (YBBN) mengintegrasikan mobilisasi lahan produktif, inovasi budidaya Padi PS-08, pendampingan petani melalui Brigade Pangan, diversifikasi komoditas jagung, serta alokasi pangan bergizi melalui unit SPPG.

Aksi Nyata YBBN
1

Pengelolaan Kawasan Pangan & Budi Daya Padi PS-08

  • Fokus Utama: Optimalisasi lahan produktif, penerapan praktik pertanian ramah lingkungan, dan pencapaian target swasembada pangan berkelanjutan.

  • Kawasan Inti: Markas Besar Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, Jl. Raya Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

  • Capaian Skala Lahan: Kawasan budidaya dan panen raya hingga 1.500 Hektare.

Tahapan Pelaksanaan Teknis:

  1. Mobilisasi & Penataan Lahan: Pembukaan dan pengolahan lahan non-produktif menjadi areal sawah berdaya guna tinggi dengan menjaga kelestarian hara.
  2. Pemanfaatan Benih Unggul PS-08: Penggunaan varietas padi adaptasi tinggi berstandar ramah lingkungan.
  3. Pencatatan Berbasis Blok (Data Tracking): Pemantauan kalender tanam, jadwal pupuk, dan pemeliharaan presisi per blok.
  4. Panen Raya & Evaluasi Mutu: Standarisasi mutu gabah dan evaluasi produktivitas bersama petani binaan.
Budi Daya Padi PS-08
Sekolah Lapang Petani
2

Sekolah Lapang & Pendampingan Petani Partisipatif

  • Pelaksana Utama: Brigade Pangan Bhakti Bela Negara bersama Kelompok Tani.

  • Pendekatan: Participatory Action Learning (Penyuluhan Partisipatif Berbasis Praktik Lahan).

Pilar Edukasi & Penguatan Petani:

  • Peningkatan Kapasitas Teknis: Edukasi pupuk hayati, pengendalian hama terpadu, dan manajemen air.
  • Literasi Manajemen & Finansial: Pencatatan biaya, analisis kelayakan, dan transparansi arus kas.
  • Dialog Petani & Evaluasi Musiman: Forum berkala mengevaluasi iklim dan mencari solusi bersama.
  • Kaderisasi Petani Muda (Champion Farmers): Melatih pemuda menjadi fasilitator teknologi pertanian.
3

Diversifikasi Ketahanan Pangan: Komoditas Jagung

  • Tujuan Strategis: Mengurangi kerentanan monokultur, menjaga ketahanan pakan, dan memperkuat pendapatan musiman petani.

  • Komoditas: Jagung Bela Negara (lini merek di bawah naungan PT. Bhakti Bela Negara).

Nilai Tambah Diversifikasi:

  • Resiliensi Terhadap Perubahan Iklim: Jagung menjadi komoditas rotasi ideal pada musim tanam tertentu dengan konsumsi air efisien.
  • Pemanfaatan Lahan Kering & Perbukitan: Menjangkau wilayah lahan yang tidak teraliri irigasi sawah intensif.
  • Rantai Pasok Industri & Pakan: Menghubungkan panen jagung dengan kebutuhan bahan baku ternak & pasar via Koperasi.
Budi Daya Jagung
SPPG Dapur Gizi
4

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG / Dapur Komunitas)

  • Pengelola: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di bawah Yayasan Bhakti Bela Negara.

  • Fungsi Utama: Mewujudkan jembatan kemanusiaan antara keberhasilan panen di hulu dengan kebutuhan masyarakat rentan di hilir.

Mekanisme Tata Kelola SPPG:

  • Alokasi Terencana Sebagian Kecil Panen: Secara resmi dan tercatat untuk kebutuhan operasional dapur gizi.
  • Standar Keamanan Pangan (Food Safety): Wajib memenuhi standar higienis, nutrisi seimbang, dan lolos uji mutu pangan.
  • Fokus Penerima Manfaat: Kelompok rentan, perbaikan gizi anak usia tumbuh kembang, lansia, dan prasejahtera sekitar.
Catatan Tata Kelola: Unit SPPG berfungsi murni sebagai program tanggung jawab sosial yayasan, bukan sebagai simpul penyerapan komersial seluruh hasil panen tani.
ALUR OPERASIONAL

Siklus Manajemen Terpadu Program Pangan (POAC)

Berikut adalah tahapan baku tata kelola program aksi dari perencanaan hingga evaluasi (Planning, Organizing, Actuating, Controlling):

Tahap Program Aktivitas Utama Pelaksana / Penanggung Jawab Parameter Keberhasilan
1. Perencanaan (Planning) Penetapan target areal, kalender tanam, sarana input, dan analisis risiko cuaca. Yayasan, PT, Brigade Pangan & Kelompok Tani Dokumen rencana kerja & matriks kewenangan jelas.
2. Persiapan & Olah Lahan Pembukaan lahan, perbaikan saluran irigasi, dan seleksi benih unggul PS-08. Brigade Pangan & Kelompok Tani Lahan siap tanam sesuai standar teknis.
3. Budi Daya & Pemeliharaan Penanaman serentak, pemupukan organik, pemantauan OPT, dan sekolah lapang. Petani & Fasilitator Lapangan Pertumbuhan vegetatif optimal & input tercatat.
4. Panen & Pascapanen Panen raya terkoordinasi, sortasi mutu, penimbangan, dan pencatatan volume hasil. Petani & Brigade Pangan Produktivitas tinggi (ton/ha) & mutu gabah prima.
5. Hilirisasi & Agregasi Pasar Standarisasi merek (PT) dan penghimpunan barang untuk mitra konsumen oleh koperasi. PT. BBN & Koperasi Produsen Garuda BBN Distribusi terserap lancar dengan harga adil.
6. Dukungan Sosial Gizi Penyaluran alokasi sebagian kecil hasil panen ke SPPG/dapur sosial. Pengurus Yayasan & Tim SPPG Paket nutrisi tersalurkan tepat sasaran.
7. Evaluasi & Pengawasan Audit operasional, evaluasi margin petani, dan pembaruan dashboard dampak. Dewan Pengawas DPN & Tim Manajemen Laporan akuntabilitas musim tanam terbit.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT & PRODUKSI RIIL

Data Mitra Kelompok Tani Binaan Kawasan Banten

Wujud nyata kolaborasi terintegrasi antara Yayasan Bhakti Bela Negara, Brigade Pangan, dan petani lokal dalam mengelola sentra produksi padi dan jagung di Kabupaten Pandeglang.

Total Petani Binaan

1.270 Orang

Terlibat aktif dalam sekolah lapang & budidaya

Total Kelompok Tani

43 Kelompok

Tersebar di 9 desa sentra pertanian Pandeglang

Total Luas Lahan

1.500 Hektare

1.000 Ha Padi & 500 Ha Jagung Hibrida

Sebaran Wilayah

9 Desa

Kec. Carita dan sekitarnya

Budi Daya Padi PS-08

1.000 Hektare (Dikelola oleh 26 Kelompok Tani di 7 Desa).

Budi Daya Jagung Hibrida PS-08

500 Hektare (Dikelola oleh 17 Kelompok Tani di 2 Desa).

Direktori Kelompok Tani Binaan per Desa

No Nama Desa Nama Kelompok Tani Anggota Komoditas Luas Lahan
1 Cinoyong
  • Karang Tani (24 orang)
  • Bukit Tani (24 orang)
  • Jati Nunggal (44 orang)
  • Nunggal (39 orang)
  • Waringin (28 orang)
174 Orang Padi 170 Ha
2 Kawoyang
  • Kawoyang Tani (31 orang)
  • Kramat Jaya (33 orang)
  • Sinar Tani (35 orang)
  • Tani Jaya (29 orang)
128 Orang Padi 130 Ha
3 Sukarame
  • Baruji 2 (29 orang)
  • Baruji 1 (38 orang)
  • Subur Makmur (32 orang)
  • Harapan Mulya (28 orang)
  • Mataram 1 (38 orang)
  • Mataram 2 (40 orang)
  • Pelopor 1 (29 orang)
  • Pelopor 2 (31 orang)
265 Orang Jagung 250 Ha
4 Sukanagara
  • Perintis Tani (20 orang)
  • Mekar Wangi (25 orang)
  • Sinar Matahari (24 orang)
  • Barata Tani (46 orang)
  • Berkah (35 orang)
160 Orang Padi 175 Ha
5 Pejamben
  • Mekar Tani (46 orang)
  • Karya Tani (30 orang)
  • Neglasari (30 orang)
  • Sri Harapan 1 (41 orang)
  • Sri Harapan Mulya (32 orang)
170 Orang Padi 165 Ha
6 Banjarmasin
  • Tani Mukti (27 orang)
  • Sri Mukti 1 (29 orang)
  • Sri Mukti 2 (22 orang)
  • Sri Mukti 3 (23 orang)
101 Orang Padi 120 Ha
7 Sindanglaut
  • Citra Manunggal (35 orang)
  • Cipandan Jaya (34 orang)
  • Citra Asih (21 orang)
  • Citra Laksana (30 orang)
  • Citra Saluyu (21 orang)
  • Lebak Sari (27 orang)
  • Sinar Bukit 1 (25 orang)
  • Sinar Bukit 2 (25 orang)
  • Cipandan Mulya (17 orang)
219 Orang Jagung 250 Ha
8 Sukajadi
  • Marga Mulya (20 orang)
  • Nagiri Mulya (11 orang)
31 Orang Padi 120 Ha
9 Carita
  • Cori Bendung (22 orang)
22 Orang Padi 90 Ha
TOTAL KESELURUHAN 43 Kelompok Tani (di 9 Desa) 1.270 Orang Padi & Jagung 1.500 Ha

Ingin Terlibat dalam Gerakan Kedaulatan Pangan Indonesia?

Baik sebagai mitra kelompok tani, tenaga pendamping lapangan, maupun mitra kolaborasi sosial, mari satukan langkah bersama kami.